Beranda Daerah APRI-LMA Mulai Lengkapi Persyaratan Pengurusan IPR Tambang Emas Dataran Masni

APRI-LMA Mulai Lengkapi Persyaratan Pengurusan IPR Tambang Emas Dataran Masni

39
0

Ringpapua.net — Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Distrik Masni bersama Tim Khusus DPP Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI), melakukan pemasangan patok wilayah adat untuk memenuhi syarat pembentukan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) pada sejumlah titik di dataran Masni.

Pemasangan patok oleh para pemilik hak ulayat itu dihadiri Kapolda Papua Barat yang diwakili Direktur Binmas, Kombes Pol Bagiyo Hadi Kurnijanto, Minggu (27/11) kamarin di bendungan Wariori SP9.

Kata Bagiyo, selain pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, Polisi juga adalah aparat penegak hukum yang artinya, jika terjadi pelanggaran hukum, maka polisi akan melakukan tindakan.

“Kita akan turun tangan dan yang salah kita lakukan proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Kata dia, agar tidak terjadi pelanggaran hukum pada wilayah adat di dataran Masni yang memiliki kandungan emas, untuk itu perlu dilakukan pengurusan izin penambangan rakyat yang tentunya harus memenuhi sejumlah persyaratan.

“Jika perizinan belum terbit, jangan melakukan aktifitas penambangan dulu. Pemasangan patok itu adalah bagian dari melengkapi syarat untuk mengajukan sebuah perizinan,”terangnya.

Setelah diberi tanda (patok) barulah dilakukan penentuan titik koordinat yang merupakan salah satu syarat lainnya dari Kementerian terkait.

“Jika sudah mengantongi perizinan, barulah aktifitas yang dilakukan dinyatakan aman, dan pihak kepolisian juga akan merasa nyaman, tidak ada lagi yang namanya penertiban,” ungkapnya.

Dirbinmas lalu menyesalkan isu yang beredar bahwa aparat penegak hukum menerima sejumlah uang dari keberadaan tambang emas illegal itu.

“Faktanya tidak ada seperti itu. Hal ini telah mencoreng Institusi Kepolisian. maka dari itu dilakukan penertiban, dan jika terbukti kita pasti akan melakukan proses hukum,” tambahnya.

Dia kemudian mengingatkan agar APRI yang diketahui mendampingi dan mengawal LMA Distrik Masni bersama para pemilik hak ulayat bisa bekerjasama untuk mencegah persoalan batas wilayah agar bisa mempercepat proses pengurusan perizinan.

Sementara itu, Ketua LMA Distrik Masni, Soleman Manseni mengapresiasi kehadiran Kapolda Papua Barat yang diwakili Dir Binmas. Dia juga menghimbau masyarakat agar ikut bekerjasama dalam pemasangan patok.

“Kerjasama yang baik, tanam patok dan ingat batas lahan kita masing-masing. Setelah pemasangan patok, para kepala suku dan pemilik hak ulayat serta pengusaha kita kumpul, duduk dan bahas bersama. Jangan berpikir untuk saat ini, tetapi berpikir untuk jangka panjang, anak cucu kita. Untuk itu bersabar dan menahan diri untuk kepentingan masa depan bersama,”ungkap Ketua LMA.

Ditempat yang sama, Ketua Timsus DPP APRI, Andi Arief menyebut, pemasangan patok pertama yang dilakukan itu adalah bagian dari komitmen membantu masyarakat dalam terbitnya perizinan.

“Pemasangan patok lainnya diusahakan bisa selesai dalam waktu tiga hari kedepan. untuk wilayah yang jauh kita menunggu kesiapan helikopter,” jelasnya.

Dia juga meminta kekompakan semua pihak dan keterlibatan seluruh pemilik hak ulayat untuk ikut pemasangan patok dan pengambilan titik koordinat.

“Kita harapakan keamanan terjaga dalam tahap pemasangan patok. Ketika semua berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan sesuai dengan aturan maka dari pihak keamanan merasa kita sudah patuh dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah,” tandasnya.

(DTM)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here