Revalin Meres, Cenderawasih Kota Peradaban Yang Ingin Masyarakat Papua Banyak Tahu Soal HIV-AIDS

    65
    0

    Ringpapua.net — Ravalin Marchella Meres bak cenderawasih dari Kota peradaban Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat yang berada diantara ratusan anak lainnya di Sekolah GenIUS yang tengah memacu ilmu pengetahuan untuk menjadi seorang yang berarti dimasa mendatang.

    Anak dari pasangan ASN dan seorang guru di Kabupaten Teluk Wondama itu adalah satu dari sekian banyak anak anak dari wilayah Timur Indonesia yang tengah mengejar cita cita mereka untuk membangun kembali daerah mereka.

    Seperti yang dicita citakan Alin (Sapaan akrabnya). Alin kini tertarik untuk mempelajari tentang penularan dan pencegahan HIV-AIDS yang menurutnya telah banyak membawa malapetaka hingga merenggut banyak nyawa generasi muda Papua.

    Ketertarikan alin muncul ketika ia menjadi siswa sekolah GenIUS. Rasa penasaran itu tumbuh karena banyaknya kasus HIV Aids di Papua. Alin merasa prihatin terhadap minimnya pengetahuan orang-orang disana terhadap penularan HIV-Aids, serta kurangnya pendidikan seks yang akhirnya membawa banyak orang menghadap malapetaka.

    “Sekolah GenIUS membantu Alin menggali lagi ketertarikan terhadap penelitian. Selalu ada sesuatu yang baru, yang dipelajari ketika melakukan penelitian,” ungkapnya.

    Ia mengaku rasa penasaran itulah yang terus membuatnya tertarik untuk meneliti. Ketika rasa penasaran itu terjawab, selalu ada hal lain yang menjadi pemantik untuk mencari tahu hal hal baru lainnya.

    Tapi siapa sangka, dibalik ketertarikan itu, Alin memliki cerita yang mungkin tidak akan dia lupakan. Sebelum menjadi siswa GenIUS, Alin adalah siswa biasa di salah satu sekolah di Kabupaten Teluk Wondama yang hanya tahu bersekolah lalu pulang tanpa berfikir harus belajar lagi.

    Bahkan saat seleksi masuk sekolah GenIUS, Alin merencanakan hal yang bisa membuatnya tidak lulus. Sebab, yang terpikir saat itu adalah kebiasan kebiasaan yang tidak pernah dia lakukan dan harus dilakukan kerena tidak berada di rumah dan jauh dari orang tua.

    “Cuci pakaian sendiri, cuci piring sendiri, itu yang Alin tidak ingin pergi kesana saat itu,” kata Alin mengulas apa yang terjadi kala itu.

    Namun, disaat hari hari menanti pengumuman masuk sekolah GenIUS, disaat Alin pun pesimis akan lulus, dia justru kaget ketika pulang ke rumah disambut pelukan hangat keluarga yang senang karena Alin dinyatakan lulus seleksi untuk menjadi siswa sekolah GenIUS.

    Kabar kelulusannya itu diketahui Opa Alin yang kala itu melihat hasil pengumuman yang ditempel di Kantor Dinas Pendididkan Kabupaten Teluk Wondama.

    Pelukan hangat keluarga membuat Alin kuat dan berani untuk jauh dari keluarga demi sebuah cita cita besar. Alin yang kini mandiri dan mememiliki banyak rasa ingin tahu, bertekad untuk menjadi peneliti kelak ketika lulus dan mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi nanti.

    Semangat dan tekad alin adalah hal yang juga terjadi kepada siswa siswi Sekolah GenIUS lainnya.

    (****)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here