Cerita PJ Gubernur Waterpauw di Hut Bhayangkara : Saya Kapolda Pertama yang Pakai Pick Up

    155
    0

    Ringpapua.net — Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Pur) Drs. Paulus Waterpauw menghadiri upacara dan syukuran Hut ke 76 Bhayangkara di Mapolda Papua Barat, Selasa (5/7).

    Moment penting itu, sang mantan jendral bintang tiga yang juga Kapolda Pertama di Polda Papua Barat itu bercerita suka dukanya menjadi Kapolda pertama di Provinsi ini.

    “Kami hanya diberi 50 anggota termasuk staf saat itu. Kami pinjam pakai gedung yang saat ini jadi Kantor Kejaksaan Tinggi Papua Barat. Bahkan saya pakai mobil pickup saat itu. Itu suka duka kapolda pertama,” ujar Waterpauw yang kini menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat.

    Mobil Pickup itu kata dia dipinjamkan oleh seorang anggota DPRD saat itu. Sedangkan yang lain menyewa. Bahkan, tempat tinggal pun demikian.

    “Saya sewa rumah di dekat kompleks Makalew, Wakapolda di perumahan samping Aston, yang Polwan tinggal di Rusunawa Kodim,” ungkapnya.

    Jabatan yang diemban dia saat itu memang diberikan secara tiba tiba. Sebelumnya, Paulus Waterpauw menjabat sebagai Wakapolda Papua mendampingi, M Tito Karnavian yang saat ini menjabat sebagai Menteri dalam negeri.

    Saat itu, Kapolri memanggil Kapolda dan Wakapolda Papua ke Mabes. Kapolri hendak meminta Kapolda Papua saat itu untuk membantunya di Mabes, dan jabatan Kapolda Papua diberikan ke Paulus Waterpauw.

    “Keputusannya seperti itu, tapi ternyata nama saya tidak ada. Nama Yonce Mande yang jadi Kapolda Papua saat itu, dan saya tetap sebagai Wakapolda,” terangnya.

    Namun, beberapa bulan kemudian muncul perintah dari Mabes atas pembentukan Polda Papua Barat dan Paulus Waterpauw ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat.

    “Itu cukup singkat waktunya. Kami harus melaksanakan perintah dan langsung berkoordinasi dengan pemerintah Papua Barat,” ungkapnya.

    Atas sinergi yang baik, Polda Papua Barat mendapat sebidang tanah di Kampung Susweni, Distrik Manokwari Timur kala itu. Namun, masih banyak yang harus diurus terkait tanah itu.

    “Akhirnya atas koordinasi bersama dengan pemerintah, dapatlah lahan yang ditempati Polda Papua Barat saat ini,” tuturnya.

    Kehadiran Polda Papua Barat saat itu tidak terlepas dari dukungan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah yang sangat komunikatif.

    “Alhasil, sedikit demi sedkit pemerintah mendukung dan akhirnya kebutuhan Polda Papua Barat terpenuhi. Saat ini saya berdiri lagi disini di perayaan Hut ke 76 Bhayangkara,” terangnya lalu berpesan kepada semua anggota Polri untuk meningkatkan pelayanan dan terus menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat.

    (DTM)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here