Beranda Tanah Papua Cerita Nila Bomna, 4000 Kilometer Turun Gunung Demi Cita cita

Cerita Nila Bomna, 4000 Kilometer Turun Gunung Demi Cita cita

38
0

Oleh : Lidya, Sekolah GenIUS

“Impian dan Cita Citaku Datang Dari Pengalaman Hidupku”

“Nila” adalah sapaan akrab gadis asal Pegunungan Bintang-Papua. Nama Nila Rinda Bomna, biasa disebut dalam pembacaa absen siswa kelas 12 SMA di Sekolah GenIUS. Nila terus tekun mengejar cita-citanya menjadi seorang dokter spesialis kulit”

IMPIAN tersebut datang bukan tanpa alasan. Pengalaman pernah mengalami penyakit kulit dimasa kecilnya menjadi alasan kuat nila ingin menjadi seorang dokter spesialis kulit. Apalagi ketika nila terus mengingat proses pengobatan yang berlangsung penuh hambatan akibat jauhnya jarak klinik pengobatan dari rumahnya.

Atas dasar itu, Nila bertekad untuk dapat menjadi seorang dokter sehingga suatu saat bisa membuat klinik di daerah asalnya untuk melayani warga desa.

Sejak kecil, orang tua Nila mendidiknya agar tumbuh menjadi anak yang tangguh meski Nila adalah anak perempuan. Bahkan ketika Nila duduk di bangku SMP, Nila pernah menggantikan posisi ibunya untuk melakukan pekerjaan rumah di kediaman Wakil Bupati.

Pekerjaan ini Nila lakukan sambil tetap bersekolah. Nila paham betul, meski harus bekerja membantu orang tua, kewajiban utamanya tetaplah belajar.

Saat anak-anak seusianya mungkin baru bangun dari tidur, Nila justru sudah berangkat ke sekolah, mengetuk pintu perpustakaan untuk membaca dan mencatat materi lebih dulu dari anak lainnya.

Buku baginya, bukanlah barang murah yang dapat dibeli sesuka hati. Itu sebabnya, Nila rela berangkat lebih pagi mendahului percikan mentari di celah dedaunan untuk mencapai Perpustakaan yang baginya adalah jendela dunia.

Semangat belajar adalah sebuah barang mewah yang tak selalu dimiliki setiap orang. Namun, Nila adalah satu diantara beberapa anak yang memiliki karunia tersebut. Kegigihan, perjuangan, serta kemandirian mengantarkannya untuk mendapat beasiswa hingga bisa bersekolah di Sekolah GenIUS. Kesempatan belajar yang amat Ia idamkan.

Kini, Nila telah duduk di kelas 12 SMA. Sebuah titik di mana Nila harus mulai berpikir mengenai langkah selanjutnya. Harapan Nila adalah agar dirinya bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di Universitas Negeri sehingga Ia dapat meraih impiannya.

Nila sadar, bahwa untuk bisa meraih impiannya sebagai dokter, dia harus menghadapi berbagai rintangan. Memang tak mudah, namun bagi nila, jalan pasti telah Tuhan sediakan. Tinggal bagaimana dirinya mau berjuang serta tidak mengenal kata patah semangat dalam mengejar mimpi tersebut. Begitu dalam benaknya.

Nila memang anak yang fokus pada impiannya. Meski begitu, Ia juga tidak menutup diri untuk kemungkinan lain. Seperti menjadi seorang Ahli di bidang bioteknologi misalnya. Atau mengenai kesempatannya untuk dapat kuliah dan bekerja di luar negeri. Bagi Nila, dirinya masih harus terus belajar serta menyerap banyak pengetahuan dunia luar, dari kota-kota juga negara maju lainnya, agar kelak Ia dapat membawa pengetahuannya itu untuk dijadikan sebagai bekal membangun daerahnya di Papua.

Ya, Papua serta bangsa ini membutuhkan anak-anak penuh semangat serta berdedikasi seperti Nila. Seorang remaja yang dapat menjadi inspirasi bagi banyak anak lainnya.

4000 kilometer dari Pegunungan Bintang ke Kota Tangerang, bukanlah jarak yang dekat. Terlebih bagi seorang anak usia belasan seperti Nila. Namun, perjalanan yang ditempuhnya ini bukan semata-mata mengenai jarak geografis. Lebih dari itu. Ini adalah perjalanan untuk menggapai cita citanya.

Terakhir, Nila berpesan kepada anak-anak Papua. Dirinya berharap agar anak-anak Papua tidak mudah putus asa dalam belajar. Semua kesempatan memiliki waktunya masing-masing. Dan semua orang, memiliki kesempatan untuk berhasil.

(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here