Beranda Hukrim Kajari Sorong Soal Desakan Bebaskan Penyerang Pos Ramil Kisor : Biarkan Hakim...

Kajari Sorong Soal Desakan Bebaskan Penyerang Pos Ramil Kisor : Biarkan Hakim Yang Putuskan

54
0

Ringpapua.net — Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Erwin P H Saragih SH.,MH mengaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas perkara penyerangan Pos Ramil Kisor, tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap tersangka Abraham Fatemte yang baru dilimpahkan Polres Sorsel pada Rabu (13/7) lalu.

Menurut dia, desakan kuasa hukum tersangka yang meminta kliennya itu dibebaskan adalah hal yang wajar dilakukan  untuk membela kliennya. Meski begitu, proses hukum akan tetap berjalan.

“Kita tetap kedepankan asas pra duga tak bersalah. Biar nanti hakim yang memutuskan, tersangka/ terdakwa bersalah atau tidak dengan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkcraht),” terangnya.

Sebelumnya, Yohanis Mambrasar, SH
selaku tim Kuasa Hukum dari tersangka Abraham Fatemte, mendesak dibebaskanya kliennya itu dengan mengemukakan sejumlah fakta.

Dalam rilis yang diterima media ini, Yohanis menyebut kliennya tidak terlibat dalam aksi penyerangan Pos Ramil Kisor yang terjadi September 2021 itu.

Dia menjelaskan, saat peristiwa dimaksud terjadi, Abraham Fatemte tidak berada di lokasi peristiwa, dia juga tidak berada di Kisor, di Kabupaten Maybrat atau bahkan di Papua Barat.

“Klien kami saat itu sedang berada di Kota Tual, Provinsi Maluku. Dia telah berada di sana sejak bulan April 2021 dan baru kembali ke Kabupaten Sorong pada Desember 2021. Sedangkan penyerangan itu terjadi pada 3 September 2021,” ungkapnya.

Lanjut kata dia, Abraham Fatemte ke Kota tual bersama istrinya yang dalam persiapan proses bersalin (melahirkan). Selama di kota Tual, dia tidak pernah melakukan perjalanan keluar kota dimaksud sebelum dia pulang Ke Sorong pada Desember 2021.

Pelaku penyerangan sambung dia, adalah Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) wilayah Sorong dibawah pimpinan Arnold Kocu. Fakta ini telah dibenarkan oleh Arnold Kocu dan pasukannya, mereka telah menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa dimaksud, bahkan mereka telah menyatakan bahwa Abraham Fatemte dan warga sipil lainnya yang ditangkap oleh kepolisian Sorong Selatan tidak terlibat dalam bentuk apapun pada peristiwa dimaksud.

Pernyataan Arnol Kocu ini telah disampaikan secara terbuka kepada publik pada tanggal 21 September 2021 melalui rekaman vedio yang dipublikasi di sosial media.

“Inj Fakta yang menunjukan klien kami bukanlah pelaku, melainkan korban salah tangkap Kepolisian. Proses hukum terhadap Abraham Fatemte dari Kepolisian hingga pelimpahan ke Kejaksaan adalah proses hukum yang tidak sah,” tegasnya.

(DTM)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here