Beranda Hukrim Sudah Ratusan Kasus KDRT dan Pelecehan Seksual Terjadi di Papua Barat

Sudah Ratusan Kasus KDRT dan Pelecehan Seksual Terjadi di Papua Barat

219
0

Ringpapua.net — Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Pelecehan seksual di Provinsi Papua Barat tergolong tinggi. Bahkan dalam lima bulan terkahir, Polda Papua Barat dan jajaran sudah menangani ratusan kasus.

Direktur Kriminal Umum Polda Papua Barat, Kombes Polisi Novia Jaya yang dikonfirmasi media ini menyebut, kasus tertinggi terjadi di Kota Sorong dengan total 34 kasus, disusul Kaimana 17 kasus, Fakfak 16 kasus, Manokwari 13 kasus dan yang dilaporkan di Ditkrimum Polda Papua Barat 12 kasus.

“Sisanya tersebar di daerah lain. Total keseluruhan penanganan perkara KDRT dan pelecehan seksual hingga Mei 2022 sudah mencapai 132 kasus,” ujarnya, Kamis (21/7) sore tadi.

Kata dia, KDRT dan pelecehan seksual menjadi trend tertinggi penanganan kasus dibanding kasus kriminal lain seperti pencurian dan kekerasan maupun pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

“Itulah yang sering kita proses. Tentu harus ada solusi menjawab kondisi ini dan harus memerlukan kontribusi semua pihak,” terangnya.

Die menyebut, kondisi daerah terkadang menjadi penyebab tingginya suatu perkara. Itu yang tampak terjadi di wilayah hukum Polda Papua Barat.

Penyelesaian adat dan pembayaran denda terhadap kasus kekerasan seksual di kalangan masyarakat tidak memberikan efek jera serta tidak menjamin tindakan yang sama bisa terjadi lagi.

Dia menyebut, terdapat salah satu perkara pencabulan oleh kakek terhadap cucunya yang baru berusia belasan tahun. Sejak awal, para pihak hendak menempuh penyelesaian secara adat dan meminta penghentian perkara. Namun hal itu tidak mereka kabulkan.

“Kasus itu sudah kita limpahkan. Karena, kita tidak bisa kedepankan bayar adat dan denda kemudian tuntas perkara itu. Hukum positif juga harus kita tegakan. Apalagi para pelaku adalah orang orang terdekat korban ” ungkapnya.

Dia lalu mengimbau pemerintah dan para tokoh untuk sama sama memberikan pemahaman kepada masyarakat agar trend kasus ini bisa menurun.

“Kalau dari sisi hukum akan kita tegakan, pihak lain juga harua ambil bagian, seperti meningkatkan sosialisasi dan edukasi,” tambahnya.

(DTM)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here