Beranda Daerah Imigrasi Manokwari Ingatkan Perhotelan Soal Kewajiban Pelaporan Orang Asing

Imigrasi Manokwari Ingatkan Perhotelan Soal Kewajiban Pelaporan Orang Asing

41
0

Ringpapua.net — Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Manokwari gencar melaksanakan sosialisasi kewajiban pelaporan orang asing. Selain wajib, kegiatan itu juga digelar menyusul tingkat kunjungan orang asing yang mulai meningkat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Manokwari, Iman Teguh Adianto menyebut, pasal 71 dan 72 pada UU No.6/2011 tentang Keimigrasian, ditegaskan bahwa setiap penginapan yang melakulan pemondokan terhadap orang asing wajib melaporkan ke pihak Imigrasi.

“Kita ingatkan kembali soal kewajiban ini terhadap perhotelan, penginapan, mess atau perusahaan yang mempekerjakan orang asing, bahkan pribadi seseorang untuk melaporkan keberadaan orang asing. Sebab, jumlah kunjungan mulai meningkat,” kata Iman disela sela sosialisasi di sebuah hotel di Manokwari, Senin (22/8).

Menurutnya, tingkat kedatangan orang asing mulai meningkat setelah tercatat petugas mereka di Bandara yang gencar melakukan pengawasan di wiayah Manokwari.

Peningkatakan itu kata Iman terjadi setelah, akses orang asing ke Indonesia kembali di buka pasca di tutup pada maret 2020.

Pelaksanaan sosialisasi penguatan kewajiban pelaporan orang asing. (Foto: DTM)

“Saat ini ada 75 negara yang bisa masuk wilayah Indonesia, khusus visa wisata dan ada 9 negara dengab bebas visa. Makanya, pergerakan orang asing terus kita pantau,” bebernya.

Dikatakan Iman, saat ini sekira 1.200 an orang asing tersebar di sejumlah daerah di Papua Barat. Jumlah itu didominasi oleh orang asing pemilik ijin tinggal terbatas dengan total 920 orang Laki dan 26 orang perempuan.

“Dari jumlah ini, yang dominan berasal dari negara Fhilipinan, lalu india, China, dan negara lain. Fhilipina didominasi oleh pekerja asing di Bintuni,” terannya.

Dia lalu mengingatkan bahwa kebijakan melaporkan keberadaan orang asing itu selain diatur dalam undang undang, juga terdapat konsekuensi hukum bagi yang melanggarnya.

“Sanksinya Tipiring (Tindak Pidana Ringan). Makanya kami sosialisasikan terus, supaya diingat kewajiban itu. Sampai saat ini, belum kita terapkan sanksi itu karena berbagai hal,” tandasnya.

(DTM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here