Beranda Daerah Erwin Saragih Bantah Tinggalkan Hutang Warisan Perkara Besar di Kejari Sorong

Erwin Saragih Bantah Tinggalkan Hutang Warisan Perkara Besar di Kejari Sorong

102
0

Ringpapua.net — Asisten Intelejen pada Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Erwin Priyadi Hamonangan Saragih SH.,MH, mengaku tidak meninggalkan hutang warisan penanganan perkara besar di Kejaksaan Negeri Sorong saat dia menjabat.

Hal ini dikatakan Erwin menyusul statmen praktisi hukum yang menilai mutasi dilingkungan kejaksaan itu meninggalkan warisan.

Kepada media ini, Mantan Kajari Sorong dan Kajari Biak Numfor itu menyebut, kasus ATK di BPKAD Kota Sorong adalah warisan dari pejabat sebelum dia.

“Awal kasus itu bergulir bukan disaat saya menjabat. Penyidikan kasus ATK tertanggal 1 Februari 2021, berita acara serah terima jabatan terhadap saya itu terhitung 1 Maret 2021,” ungkapnya.

Justru setelah menjabat sebagai Kajari Sorong saat itu, dia melanjutkan penanganan kasus ATK BPKAD Kota Sorong dengan melakukan pemanggilan dan sejumlah pemeriksaan.

“Saya press terus kasus itu hingga melakukan permintaan perhitungan kerugian negara. Sampai akhir jabatan sebagai Kajari Sorong, kasus ATK tinggal menunggu perhitungan kerugian negara dari BPK RI Perwakilan Papua Barat. Jadi kalau dibilang saya tinggalkan hutang warisan kasus, itu tidak benar,” tegasnya.

Begitupun kata Erwin terkait dengan penanganan dugaan korupsi PLTD di Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Raja Ampat.

“Kasus itu kan dua orang sudah dapat Vonis hakim, Eks kepala dinas berinisial PT sementara dalam penyidikan. Untuk inisial SW sudah saya tuntaskan juga tugas saya,” terangnya.

Informasi yang diterima media ini, inisial SW mencuat dalam fakta persidangan. Soal status SW, Kasi Pidsus Kejari Sorong, Fuad yang dikonfirmasi media ini belum memberikan jawaban lebih lanjut.

(DTM)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here