Beranda Daerah SPBU dan Lancarnya Aktifitas Tambang Emas Illegal di Masni

SPBU dan Lancarnya Aktifitas Tambang Emas Illegal di Masni

46
0

Ringpapua.net — Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di dataran Prafi dan Masni bisa jadi bagian dari kelancaran aktifitas tambang emas illegal di dataran itu.

Sumber media ini menyebut, terjadi pembelian khusus menggunakan jerigen dalam jumlah banyak yang dilakukakan diluar jam operasional, meski yang dibeli adalah BBM non subsidi.

“Kemarin malam, kelihatannya sudah tutup tapi ada pengisian dexlite ke jerigen jerigen,” ungkap sumber yang enggan namanya dipublikasi.

Menurutnya, dexlite itu adalah bahan bakar alat berat jenis eksavator yang digunakan dalam aktifitas penambangan di Wasirawi dan beberapa titik lainnya.

Salah satu eksavator di Wariori, yang telah dimodifikasi untuk bisa mengangkut BBM ke lokasi tambang.

Dia juga menyebut, harga jual dexlite yang diperuntukan kepada kelompok penambang berkisar antara Rp 19.000 – Rp 20.000 per liter. Lebih besar dari harga yang ditetapkan Pertamina sebesar Rp 18.150.

Soal ini, Manager SPBU SP5 Masni, Herry Ayal membantah tudingan itu. Menurutnya, harga jual dexlite sesuai dengan harga net yang ditetapkan pertamina. Hal itu dibuktikan dengan nota pembelian maupun penjualan yang selalu dilaporkan pihak SPBU kepada pertamina.

“Saya membantah itu. Kami jual dengan harga sesuai yang ditentukan Pertamina. Informasi itu tidak benar,” ungkapnya, Kamis (25/8) sore tadi.

Terkait dengan penjualan menggunakan jerigen itu kata dia sudah melalui kesepakatan bersama agar tidak terjadi antrian saat pengisian oleh kendaraan umum.

“Bahkan untuk pertalite saja, terkadang kami tidak bisa menjual hanya karena pendistribusian yang terlambat. Kalau tibanya di Masni jam 7 malam, bagaiman kita mau menjual saat itu juga,” terangnya.

Jerigen berisi BBM jenis Solar yang akan diangkut menggunakan helikopter menuju wilayah penambangan di dataran Masni.

Soal penjualan kepada penambang emas kata dia, sebagai penjual, mereka tidak tahu menahu untuk apa BBM itu dibeli dalam jumlah banyak. Sekalipun untuk kelancaran aktifitas tambang, kata dia sebagai penjual, mereka hanya mengetahui bahwa BBM mereka dibeli. Selain itu, BBM yang dibeli juga adalah non subsidi.

Terpisah, Sales Brance Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Barat, Muhammad Bisma Abdillah, yang dikonfirmaai media ini, menyebut ada konsekuensi yang akan diberikan kepada pihak SPBU jika kedapatan menjual BBM diatas harga net yang ditetapkan Pertamina. Meski demikian, sampai saat ini dia mengaku belum mendapati adanya kasus seperti itu.

“SPBU tidak bisa menjual diatas harga yang telah ditetapkan,” ungkapnya, Kamis (25/8) siang tadi.

Menyoal pembelian BBM non subsidi untuk kebutuhan tambang emas illegal, kata dia, pertamina lebih menitikberatkan pada ketersediaan stok.

“Kalau memang perusahaan membeli untuk aktifitas tambang, silahkan saja selama memperhatikan ketersediaan stok untuk kebutuhan masyarakat. Selama ini, kebutuhan BBM di dataran Masni tidak terganggu,” katanya.

Penelusuran media ini, BBM yang diperuntukan bagi kendaraan berat itu diangkut ke lokasi tambang menggunakan transportasi udara (helikopter), menggunakan longboat menyusuri kali Wariori dan ada pula yang diangkut oleh eksavator dari Wariori menuju lokasi penambangan. Aktifitas itu berlangsung di SP3 distrik Prafi.

(DTM)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here