Beranda Hukrim Giliran Eks Karyawan Bank Dijebloskan ke Penjara Karena Kasus Korupsi

Giliran Eks Karyawan Bank Dijebloskan ke Penjara Karena Kasus Korupsi

81
0

Ringpapua.net — Setelah Developer pembangunan perumahan KPR subsidi di Teminabuan Sorong Selatan di tahan Kejaksaan Tinggi Papua Barat, kini giliran eks karyawan Bank Papua dijebloskan ke penjara (ruang tahanan).

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Papua Barat, Abun Hasbullah Syambas menyebut, eks karyawan Bank Papua berinisial JT. Dia kala itu menjabat sebagai Kepala Departemen Layanan pada Bank Papua Cabang Teminabuan priode Maret 2016- Juli 2018.

“Setelah ditetapkan sebagai tersangka, JT langsung kita tahan 20 hari kedepan terhitung Jumat kemarin,” ungkapnya

Kata dia, JT ikut terlibat dalam meruginya negara sekira Rp 12 Miliar. Dia yang saat itu berwenang pada kantor Bank Papua Cabang Teminabuan telah menandatangani perjanjian kredit berikut pencairan dananya. Padahal, 48 unit rumah belum dibangun sama sekali.

Aspidsus Kejati Papua Barat, Asbun Hasbullah Syambas SH MH (tengah) didampingi Kasidik, Djino Talakua SH MH (kanan) dalam keterangan pers usai penetapan eks karyawan bank papua sebagai tersangka korupsi. (Foto: ist)

“Untuk mempercepat proses penyidikan, tersangka kita tahan 20 hari kedepan dengan menitipkan penahannya di Lapas Kelas IIB Sorong,” terangnya, lalu menyebut bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka berikutnya dalam kasus itu.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Papua Barat menetapkan MRS alias Ramli sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan fiktif rumah bersubsidi (KPR/FLPP) pada jumat pekan lalu. Setelah ditetapkan tersangka, MRS langsung ditahan dan penahanannya dititipkan dilapas kelas IIB Manokwari.

Kepala Seksi Penyidikan pada bidang Pidsua Kejati Papua Barat, Djino Talaku, SH.,MH sebelumnya menyebut, MRS diketahui mengajukan kredit pembangunan rumah subsidi ke Bank Papua cabang Teminabuan sebanyak 162 unit, dengan per satu unit seharga Rp 185 juta. Nyatanya, ada 48 unit rumah yang tidak dibangun. Meski tidak terbangun, akat kredit tetap dilakukan dan pihak Bank mencairkan anggaran itu.

Uang pencairan kredit itu kata dia, masuk ke rekening PT yang direktrunya, Ardi Bin Aziz. Namun dari hasil penyelidikan, Ardi adalah orang yang hanya dipakai namanya sebagai direktur sedangkan pengelolaan sepenuhnya rekening perusahaan itu adalah MRS alias Ramli.

(DTM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here